Menampilkan Linimasa dan Daftar Periksa (Checklist) Proyek Acara
Kembali ke Blog

Menampilkan Linimasa dan Daftar Periksa (Checklist) Proyek Acara

"Kak, apakah kita sudah memesan bunganya?"

Ponsel Olivia Rahardjo berdering pada pukul 11 malam. Pesan tersebut datang dari pengantin wanita yang pernikahannya akan ia organisir pada akhir pekan: "Kak, saya sedikit khawatir… apakah kita sudah memesan bunganya?"

Olivia tersenyum dan menjawab: "Tenang saja, Kak, pihak kami sudah mengonfirmasi dengan florist sejak minggu lalu."

Belum genap sepuluh menit kemudian, pesan lain muncul kembali.

  • "Bagaimana dengan gaun para pengiring pengantin (bridesmaids)?"

  • "Apakah suara dan pencahayaan sudah dikunci?"

  • "Apakah MC sudah menerima naskahnya, Kak?"

Itu bukanlah kali pertama Olivia menerima pertanyaan semacam itu. Sebagai seorang Event Planner di Jakarta dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun, ia memahami bahwa yang dicemaskan oleh klien bukanlah karena mereka tidak mempercayainya. Mereka hanya tidak tahu sejauh mana proyek tersebut sedang dikerjakan.

Setiap acara adalah rangkaian ratusan tugas yang saling berkesinambungan: Survei lokasi, menyusun konsep, mendesain panggung, mengunci vendor, memesan bunga, memesan meja perjamuan, menyewa sistem suara, menyewa pencahayaan, mencetak backdrop, mengonfirmasi MC, gladi bersih program, memeriksa peralatan, gladi kotor, menyelenggarakan acara, menyerahkan dokumentasi foto, hingga menyelesaikan pembayaran.

Cukup satu kategori yang mengalami keterlambatan, seluruh rencana di tahap berikutnya dapat terpengaruh. Itulah sebabnya Olivia selalu menyusun linimasa (timeline) secara sangat rinci. Namun masalahnya… Ia sering mengirimkan linimasa melalui berkas Word atau PDF.

Setelah beberapa hari, klien kembali bertanya:

  • "Saya lupa menyimpan berkasnya di mana."

  • "Apakah linimasa ini versi yang terbaru atau yang lama?"

Pernah suatu ketika, setelah mengubah jadwal gladi bersih, Olivia memperbarui berkas tersebut dan mengirimkan e-mail. Namun pengantin wanita justru membuka versi lama secara keliru. Hingga hari pelaksanaan gladi bersih, seluruh keluarga datang terlambat hampir satu jam karena mereka masih melihat linimasa yang sebelumnya. Olivia mulai menyadari satu hal: klien tidak ingin menerima lebih banyak berkas. Mereka hanya ingin tahu hari ini proyek sedang berada di tahap mana.

Setelah beralih menggunakan Profile-Shop, Olivia mengubah total cara ia mengelola progres. Begitu klien menandatangani kontrak, ia membuat Timeline & Checklist khusus untuk proyek tersebut. Setiap pekerjaan dibagi ke dalam setiap tahap:

Sebelum Acara

  • Menyelesaikan konsep.

  • Mengunci lokasi.

  • Mengonfirmasi anggaran.

  • Menandatangani kontrak dengan vendor.

  • Mendesain backdrop.

  • Memesan bunga.

  • Memilih menu katering.

Selama Minggu Penyelenggaraan Acara

  • Memeriksa peralatan.

  • Gladi bersih program.

  • Mengonfirmasi daftar tamu undangan.

  • Menyiapkan cenderamata (merchandise).

  • Memeriksa panggung.

Setelah Acara

  • Membersihkan lokasi.

  • Menyerahkan dokumentasi foto.

  • Mengirimkan video highlight.

  • Menyelesaikan pembayaran.

  • Mengumpulkan umpan balik dari klien.

Setiap kali menyelesaikan suatu kategori, Olivia cukup memperbaruinya di Profile-Shop. Klien dapat mengaksesnya kapan saja untuk melihat progres terbaru.

  • Tidak perlu mengirim pesan untuk bertanya.

  • Tidak perlu mencari ulang e-mail.

  • Tidak perlu cemas apakah sedang melihat versi lama yang keliru.

Hal yang paling mengejutkan Olivia adalah jumlah pesan yang berkurang secara drastis.

Daripada menerima puluhan pertanyaan setiap hari seperti:

  • "Sudah sampai mana, Kak?" Atau

  • "Apakah pekerjaan ini sudah selesai?"

Klien secara proaktif membuka Timeline di Profile-Shop dan memantaunya sendiri.

  • Jika melihat kategori yang sedang dikerjakan, mereka paham bahwa planner masih mengimplementasikannya.

  • Jika melihat kategori yang sudah selesai, mereka juga merasa jauh lebih tenang.

Sesi rapat antara Olivia dan klien tidak lagi dihabiskan untuk memperbarui progres. Sebaliknya, kedua belah pihak memiliki lebih banyak waktu untuk berdiskusi mengenai ide, pengalaman tamu undangan, dan detail-detail kecil yang membuat acara menjadi sangat istimewa.

Salah satu proyek yang paling diinginkan oleh Olivia adalah perayaan hari jadi ke-20 sebuah perusahaan teknologi dengan hampir 1.500 tamu undangan. Jajaran direksi perusahaan memiliki banyak departemen yang turut serta memantau proyek tersebut. Jika sebelumnya Olivia harus mengirimkan serangkaian berkas Word, Excel, dan PDF kepada masing-masing orang, maka kali ini ia hanya perlu membagikan tautan Profile-Shop. Seluruh linimasa, checklist, progres setiap kategori, dan pekerjaan yang telah selesai diperbarui pada satu halaman yang sama.

  • Direktur Pemasaran dapat memeriksa progres panggung.

  • Departemen Administrasi memantau bagian logistik.

  • Jajaran direksi dapat melihat rencana secara keseluruhan.

Semua orang mengakses tempat yang sama dan selalu melihat versi terbaru. Setelah acara usai, manajer proyek tersebut berkata kepada Olivia: "Hal yang membuat kami paling tenang bukanlah seberapa banyak pekerjaan yang Anda lakukan, melainkan karena kami selalu tahu sejauh mana Anda sedang mengerjakannya." Olivia tersenyum. Ia menyadari bahwa bagi klien, sebuah acara yang sukses tidak hanya bersumber dari panggung yang indah atau program yang mengesankan. Terkadang, profesionalisme bermula dari hal-hal yang sangat kecil: linimasa yang jelas, checklist yang transparan, dan perasaan bahwa segalanya selalu terkendali.

Itulah nilai nyata yang dihadirkan oleh Profile-Shop. Dengan Section Timeline & Checklist, event planner dapat memperbarui progres secara real-time, membantu klien memantau seluruh proyek mulai dari tahap persiapan, hari pelaksanaan acara, hingga tugas-tugas pasca-acara. Alih-alih harus mengirimkan banyak berkas Word atau PDF dan terus-menerus menjelaskan progres melalui pesan, seluruh informasi dipusatkan pada satu halaman tunggal, membantu planner dan klien berkolaborasi secara lebih efektif, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan pengalaman selama proses penyelenggaraan acara berlangsung.

Bagikan artikel ini