Membuat Offer Paket Acara Berdasarkan Anggaran Klien
Kembali ke Blog

Membuat Offer Paket Acara Berdasarkan Anggaran Klien

"Kami sangat menyukai ide Anda... tetapi anggaran perusahaan hanya sebatas itu."

Emily Rahardjo masih mengingat dengan sangat jelas kalimat tersebut.

Itu adalah hari Jumat sore, ketika ia baru saja selesai melakukan pitching untuk sebuah perusahaan di Jakarta. Klien perlu mengadakan perayaan hari jadi ke-10 dengan sekitar 500 tamu undangan. Emily telah mempersiapkan segalanya dengan sangat matang: konsep, panggung, pencahayaan, area pengalaman, hingga pertunjukan seni... Semuanya dikurasi dengan saksama. Perwakilan perusahaan melihat proposal tersebut lalu tersenyum: "Ide Anda benar-benar sangat mengesankan. Ini memang konsep yang kami inginkan."

Emily merasa lega. Namun, sesaat kemudian, sang direktur pemasaran melanjutkan: "Sayangnya, anggaran kami hanya sekitar 35.000 USD, sedangkan proposal ini mencapai hampir 50.000 USD."

Ruangan menjadi sunyi selama beberapa detik. Emily mengerti masalahnya. Klien tidak menolak idenya. Mereka hanya tidak memiliki cukup anggaran untuk membeli seluruh paket layanan.

Ini bukan pertama kalinya Emily mengalami situasi seperti ini. Sebagai seorang event planner yang telah berkecimpung di industri ini selama hampir 8 tahun, ia menyadari bahwa sebagian besar klien memiliki kebutuhan yang sangat beragam.

Ada perusahaan yang siap menggelar investasi ratusan ribu dolar untuk peluncuran produk. Ada usaha rintisan (startup) yang hanya butuh acara kecil namun tetap ingin meninggalkan kesan mendalam. Ada pasangan yang merencanakan pernikahan dan ingin mengoptimalkan setiap sen pengeluaran.

Namun, setiap kali ada klien baru, Emily masih sering mengirimkan proposal yang hampir serupa. Jika klien merasa biayanya terlalu tinggi, mereka akan bertanya:

  • "Bisakah bagian ini dikurangi?"

  • "Jika layar LED ditiadakan, berapa besar pengurangannya?"

  • "Tanpa MC terkenal, berapa biaya akhirnya?"

  • "Apakah ada paket yang cocok dengan anggaran 20.000 USD?"

Alhasil, Emily harus membuka kembali berkas proposal, menghapus beberapa kategori, menghitung ulang bagaimana cara menyesuaikannya dengan klien, mengekspor PDF baru, mengirimkan e-mail... Dan jika klien meminta revisi lagi, akan ada proposal kedua... proposal ketiga... proposal keempat...

Ada proyek yang bahkan direvisinya hingga enam kali, namun pada akhirnya klien tetap memilih penyedia jasa lain karena mereka mendapatkan opsi yang lebih jelas dan cepat. Emily perlahan menyadari satu hal: klien tidak suka tawar-menawar.

Mereka hanya ingin tahu: "Dengan uang yang saya miliki, apa saja yang akan saya dapatkan?"

Ketika beralih menggunakan Profile-Shop, Emily memutuskan untuk mengubah total metode konsultasinya. Alih-alih hanya mengirimkan harga tetap, ia mulai berdiskusi dengan klien langsung di dalam fitur obrolan (chat). Setelah memahami tujuan acara, jumlah tamu, dan estimasi anggaran, Emily menggunakan fitur Offer untuk membuat proposal khusus bagi setiap klien. Setiap Offer dirancang berdasarkan anggaran aktual klien.

Jika sebuah perusahaan memiliki anggaran sekitar 20.000 USD, Emily akan membuat paket yang berfokus pada kategori paling esensial seperti desain konsep, panggung dasar, sistem suara, pencahayaan, dan tim koordinator. Jika anggaran meningkat menjadi 35.000 USD, Offer tersebut akan diperkaya dengan area check-in yang kreatif, layar LED, videografi, fotografi, dan aktivitas interaktif bersama tamu undangan. Bagi perusahaan yang ingin menyelenggarakan acara skala besar dengan anggaran 50.000 USD ke atas, Emily terus memperluas Offer dengan kategori seperti artis penampil, efek panggung, livestream multi-platform, area pengalaman merek (brand experience), dan kru produksi khusus.

Poin pentingnya adalah klien tidak lagi melihat angka total yang kaku. Mereka melihat seluruh nilai yang mereka terima di setiap tingkat anggaran. Setiap kategori disajikan secara jelas. Jika ingin menambahkan atau memotong suatu bagian, Emily hanya perlu memperbarui Offer langsung di dalam percakapan tanpa harus membuat ulang proposal, tanpa perlu mengirimkan banyak e-mail berisi berkas PDF, dan klien selalu dapat melihat versi terbaru kapan saja.

Hanya dalam beberapa bulan, Emily melihat perubahan drastis yang dihadirkan oleh metode baru ini. Sesi konsultasi menjadi jauh lebih singkat.

Klien tidak lagi bertanya: "Mengapa harganya mahal sekali?" Melainkan berubah menjadi: "Jika kami menaikkan anggaran sebesar 5.000 USD, apa saja tambahan yang akan kami dapatkan?"

Percakapan bergeser dari tawar-menawar harga menjadi pemilihan nilai yang tepat. Emily pun tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk merevisi proposal. Setiap Offer disimpan langsung di dalam ruang obrolan, membantunya dengan mudah melacak proses negosiasi, perubahan yang telah disetujui, dan opsi final yang dipilih oleh klien.

Salah satu proyek yang paling diinginkan oleh Emily adalah ketika sebuah perusahaan teknologi bersiap mengadakan peluncuran produk baru. Awalnya, perusahaan tersebut hanya memiliki anggaran sekitar 30.000 USD, sementara konsep favorit mereka menelan biaya hampir 45.000 USD. Alih-alih menolak atau memaksa klien menaikkan anggaran, Emily langsung membuat tiga Offer di Profile-Shop:

  • Essential: berfokus pada kategori inti untuk memastikan acara berjalan secara profesional.

  • Professional: menambahkan pengalaman merek, sistem proyeksi, dan area interaktif dengan tamu.

  • Premium: mencakup seluruh konsep awal secara utuh beserta kategori tingkat lanjut.

Setiap Offer dilengkapi dengan rincian biaya (breakdown), layanan, dan nilai yang sesuai. Setelah meninjaunya, perusahaan tersebut memutuskan untuk memilih paket Professional dan menambahkan beberapa kategori kecil yang pas dengan anggaran mereka. Kontrak ditandatangani hanya dalam waktu dua hari. Selepas acara, direktur pemasaran perusahaan tersebut berbagi kepada Emily: "Hal yang paling kami sukai bukanlah karena harga Anda lebih murah, melainkan karena Anda membantu kami melihat dengan sangat jelas apa yang akan didapatkan perusahaan di setiap tingkat anggaran. Hal itu membuat proses pengambilan keputusan menjadi jauh lebih mudah."

Sejak saat itu, Emily praktis tidak pernah lagi mengirimkan satu tabel harga tetap yang sama untuk semua klien. Setiap klien memiliki Offer tersendiri yang dirancang secara presisi sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan kemampuan finansial mereka. Itulah nilai nyata yang dihadirkan oleh Profile-Shop: tidak memaksa klien memilih paket yang sudah ada, melainkan membantu event planner membangun Offer yang fleksibel berdasarkan setiap anggaran, dan menyajikannya secara transparan langsung di dalam percakapan. Ketika klien paham betul apa yang akan mereka dapatkan dari dana yang dikeluarkan, mereka akan lebih mudah mengambil keputusan, sementara event planner juga meningkatkan peluang menutup proyek bernilai tinggi yang memuaskan kedua belah pihak.

Bagikan artikel ini

Membuat Offer Paket Acara Berdasarkan Anggaran Klien | StrongBody AI Indonesia